Abjad-abjad tersebar bagai balok warna-warni bocah
Tersusun ia menjadi pintu mengintip dunia
Melaluinya aku ujarkan kalimat bagai tepuk dan peluk
Aku goreskan kata menyala, membakar
Aku bisikkan bait bahagia menjalar-jalar
Aku nyanyikan hati sedih mendurja
Masih dari tempatku bersembunyi
Mengukuhkan aku ada
Diatas tarian kertas-kertas
Tawa itu terbahak jelas
Tangis itu menyayat berdarah-darah
Kata meluncur tanpa henti bahkan tidak oleh titik
Aku aku aku
Brak!
Kertas-kertas masih menari
Dalam tempatku bersembunyi
Gelap disini
23 may 2011- when i was attacked inside my brain