Hei lihat itu si dia antagonis
Duduk manis menatapku yang ternganga
Membeku, entah harus menyapa atau berlari sejauh-jauhnya
Akhirnya berhasil juga kaki ini kugerakkan
Maju ke hadapan, menyambut manis senyum dia antagonis
Bahkan menyalami dan bertukar kecup di pipi
Lihat
Lihatlah nightmare!
Kami berhasil melewati fase itu
Kami tumbuh
Karena ikhlas, karena Allah
Ya. Kuharap berakhir begini saja
Hingga tak perlu ada yang terdzolimi nanti
Di akhir waktu.
*ini episode terakhirku dan dia antagonis : ketakutan itu ada tapi tidak lagi mencekikku. Bayangnya tidak lagi menyudutkanku. Alhamdulillah..
Advertisement