Ciye's Blog

another different way of thinking.. because i am unique

Akhir Tarian Dia Antagonis April 25, 2011

Filed under: my poems,Uncategorized — ciye @ 11:23 am

Hei lihat itu si dia antagonis

Duduk manis menatapku yang ternganga

Membeku, entah harus menyapa atau berlari sejauh-jauhnya

Akhirnya berhasil juga kaki ini kugerakkan

Maju ke hadapan, menyambut manis senyum dia antagonis

Bahkan menyalami dan bertukar kecup di pipi

Lihat

Lihatlah nightmare!

Kami berhasil melewati fase itu

Kami tumbuh

Karena ikhlas, karena Allah

Ya. Kuharap berakhir begini saja

Hingga tak perlu ada yang terdzolimi nanti

Di akhir waktu.

*ini episode terakhirku dan dia antagonis : ketakutan itu ada tapi tidak lagi mencekikku. Bayangnya tidak lagi menyudutkanku. Alhamdulillah..

 

Thankful April 13, 2011

Filed under: my thought — ciye @ 11:56 pm

Betapa syukur itu mudah, ya betul, saya yakin syukur itu mudah. Gratis dan menyenangkan. Bagaimana tidak mudah, cukup dengan mengucapkan alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Jangan salah, hal mudah ini juga merupakan bentuk syukur. Cukup dengan modal mulut, lidah, dan pita suara yang Allah Azza wa Jalla beri dan kesadaran akan nikmat-nikmat-Nya maka mudah bukan ekspresi syukur yang satu ini untuk diucapkan?
Satu lagi hal yang menunjukkan mudahnya syukur: sharing the happiness / ni’mat that Allah gives us alias menyebut-nyebut nikmatnya (tentunya dengan niat yang lurus). Sekarang coba siapa yang tidak suka berbagi cerita tentang kebahagiaan dapat rejeki 1 milyar contohnya atau betapa baiknya sahabat kita sehingga membantu kita untuk juga menjadi baik? See, everyone like to share their happiness, story about things they got and also about other people’s kindness.
When Allah gives something through other people, actually, our gratitude to them (read: ‘thank you’) could also be called as our thankful expression to Allahu Ar-Rozaq. But, of course there is a need of awareness that Allah is the great provider.
Tapi sayang seribu sayang, kesadaran itulah yang mahal (menghindari kata susah). Masih saja mulut berbibir dua, lidah tak bertulang, dan pita suara bergetar menghasilkan getaran bunyi yang merambat di udara yang kemudian terdengar di telinga berupa keluhan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa people have a common habit: complain about everything, every time, everywhere in every situation to everyone even to their Rabb!
Buka MATA, don’t you see everything around you is so perfect following Allah’s will?
Buka TELINGA, don’t you hear the sounds of nature that keep saying tasbih to Allah the Great?
Buka MULUT, don’t you curious about the taste sense on your tongue?
Buka HIDUNG, don’t you smell the marvelous scent of wet soil because of the rain?
Buka PIKIRAN, don’t you save so much information inside that small brain?
Buka TANGAN, don’t you feel the softness of the dew in the morning?
Buka HATI, ………………….. Do you feel anything?
Fyuuuh~
Padahal syukur itu mudah dan saya yakin bahwa syukur itu mudah. Nevertheless people should change their perspective often.
Bahkan akan sampai suatu tahap ketika seorang hamba merasa bahwa syukur ini adalah mudah, maka dalam situasi terburuk dalam hidupnya kombinasi mulut berbibir dua, lidah tak bertulang, dan pita suara bergetar itu membisikkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Thank Allah for everything you gave, give and will be given to me. Bersyukurlah, no more complain dan hidup pun menjadi menyenangkan. Sungguh ini adalah bentuk kebahagiaan dunia yang tiada tara, isn’t it?

 

Toward a greater path April 13, 2011

Filed under: my thought — ciye @ 6:05 pm

When people get one step ahead, instead of keeping the envy feeling why don’t I prepare to go twice or more steps farther? *exploiting the positive power of envy. :D

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.