Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
-Ibu Sud
Menyanyikan lagu nasional di negeri orang memang akan memberikan rasa yang berbeda. Pun demikian dengan saya, lagu tanah airku ini menjadi begitu berbeda. Ada haru menyesak, dibumbui kerinduan akan kampung halaman *jyaaah. Dan saya pun sepakat dengan Ibu Sud, tanah airku, kampung halamanku tidak akan terlupa…
Yah, seperti sekarang saya merasakan hidup di negeri orang (hampir 3 tahun saya disini) tapi tetap saja hari-hari saya diwarnai dengan kalimat “saya pengen pulaaang”.:P Nah, untuk membuktikan betapa mahsyur permai negeri lain di kata orang maka ijinkan saya menceritakan sedikit mengenai negeri lain ini. Malaysia.
Salah satu hal yang saya kagumi dari Malaysia adalah fasilitas transportasi umumnya. Bagi saya yang notabene seorang mahasiswa yang selalu berkantong ngepas, maka transportasi umum seperti bis dan kereta api pun menjadi pilihan untuk berpergian. Apalagi tidak ada angkutan umum (angkot), ojek, atau becak yang bisa menjadi alternatif alat transportasi, tidak seperti di Indonesia.
Tiga bulan ini saya merasakan hidup di kota besar, Kuala Lumpur. Yah tiga tahun kebelakang saya berkutat di kampus yang nun jauh di ujung utara Malaysia dan mbelesek di tengah hutan, kampung halaman saya di Indonesia sana juga merupakan kota kecil (walaupun merupakan ibukota kabupaten). Jadi tiga bulan ini menjadi sebuah pengalaman baru untuk saya, mencicipi keganasan ibukota (walau saya yakin masih lebih ganas Jakarta)
Transportasi umum di Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur (WPKL) diberi nama rapidKL (rapid = cepat). RapidKL terbagi ke dalam tiga jenis yaitu bis, monorail, dan LRT (Light Rail Transit). Untuk informasi lebih lengkap silakan akses website rapidKL, www.myrapid.com.my
Alat transportasi favorit saya adalah LRT. Selain karena cepat, nyaman dan relatif aman, nama-nama stasiun-stasiun LRT jelas terpampang dan ada pemberitahuan nama stasiun berikutnya jadi saya tidak kesulitan untuk turun di stasiun yang tepat (ini sih karena saya hobi nyasar dan males nanya sebetulnya).
Terdapat dua aliran LRT yang mempunyai destinasi yang berbeda yaitu LRT Putra dan LRT Star. LRT Putra (lihat peta: garis warna pink) menghubungkan KL dengan daerah-daerah yang bertetangga dengan KL contohnya terdapat stasiun Gombak yang berada di kawasan Selangor (tetangga KL) sementara LRT Star (lihat peta:garis kuning) beroperasi di dalam Kuala Lumpur saja.
Jangan takut ketinggalan LRT, setiap beberapa menit sekali LRT akan datang dan pergi mengangkut penumpang.
Untuk naik LRT saya harus membeli tiket (bisa beli di kaunter atau beli di mesin tiket) atau membeli kartu touch n go dan hanya perlu mengisi ulang kredit di dalam kartu. Bagi para LRT-ers yang tiap pulang-pergi naik LRT maka akan lebih baik jika membeli kartu touch n go, lebih cepat (nggak perlu antri) dan mudah tinggal pip-pip saja.
Monorail (lihat peta:garis merah) adalah kereta api dengan satu rel. Daerah tujuan monorail lebih sempit, namun jangan salah, pengguna monorail tidak lebih sedikit dengan LRT. Ditambah lagi daerah-daerah yang dihubungkan oleh monorail adalah daerah tujuan shopping (terutama Bukit Bintang) karena itu pengguna monorail pun kebanyakan adalah turis asing.
Sebagai tambahan informasi, jalur bergaris biru (lihat peta) merupakan kereta api antar kota bernama Komuter (KTM). Fasilitas ini hampir mirip kereta api Jakarta-Bekasi, tapi dengan versi yang lebih oke. Hehe. Di setiap rangkaian terdapat satu gerbong khusus wanita yang berada di tengah rangkaian kereta api.
Sementara itu jalur berwarna hijau merupakan kereta api ekspres yang menghubungkan KL dengan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), hanya perlu sekitar 15 menit untuk sampai di bandara bandingkan dengan kalau menggunakan bus yang memakan waktu hampir satu jam. Tapi tentunya tarif tiket untuk kereta api ini cukup mahal (apalagi untuk mahasiswa seperti saya), RM35 (kalau naik bus RM9 saja. Hehe). Informasi lebih lanjut silakan cek website http://www.kliaekspres.com/.
Selain kereta api bus rapidKL pun menjadi pilihan untuk berpergian, walau terhambat juga kalau jalan macet tapi area yang dijelajahi bus tentunya lebih luas. Karena sistem rapid (cepat) maka bus ini tidak akan ngetem di halte bus. Sedikit Banyak berbeda dengan bus umum di Indonesia, bus rapid tidak menggunakan kondektur, harus bayar ketika menaiki bus dan kalau mau turun cukup menekan bel dan pasti berhenti di halte bus terdekat. Sekarang sistem pip-pip juga mulai diterapkan di bus dengan nama kartu rabbit (bit on entry, bit on exit, bit bit bit, so easy) yang bisa diisi ulang. Bus khusus wanita pun disediakan oleh rapidKL dengan jadwal tertentu.
Tapi saya masih saya bertahan dengan cara manual alias bertahan untuk tidak bikin kartu, yah, kalau bikin kartu kan berarti harus membiarkan sekian ringgit mendekam di dalam kartu itu sementara saya mungkin hanya sekali seminggu menggunakan transportasi umum. Secara kantor dan rumah bisa dijelajahi dengan transport andalan: jalan kaki!
Hanya satu pertanyaan yang terus melintas di pikiran saya ketika menaiki semua transportasi umum itu,”Kapan ya Indonesia bisa punya beginian?” He.
Tapi tetap saja seperti yang saya sampaikan di awal tulisan, LRT memang nyaman tapi tidak se-memorable kereta api kelas ekonomi yang dulu saya sering naiki ketika mudik. Bus rapid tidak bisa menyaingi kenangan berpeluh-peluh, berdempet-dempet, dan aroma campur baur angkutan umum yang saya naiki jaman SD dulu.
Walaupun banyak negri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang ~
Ciao.

mau nanya2 ttg transport di malay…
1. kalau dari LCCT itu mau ke sentral KL musti pakai bus yah? turun dimana?
2. kartu touch n go itu hanya bisa digunakan utk LRT saja atau bisa juga untuk monorail dll?
maaf banget baru bales. udah lama nggak buka-buka blog lagi. maaf yah..
1. Dari LCCT ke KL sentral bisa naik bus dan train (baru dibuka layanan train ini)
2. Kartu touch n go seingat saya bisa dipakai untuk LRT, monorail, tol, bus rapidKL, dll.
makasih ya…