Astaghfirullah, sungguh saya baru tahu. Selama ini kalau berdoa saya memohon kepada Allah dengan menambahkan lafazh “kalau Engkau menghendaki”, atau juga ketika mendoakan orang lain contohnya “semoga Allah berkehendak meluruskan niat kita”.. dll.
Wiiw, sedikit surprise ketika membaca sebuah artikel di www.muslimah.or.id dengan judul Doa dengan Lafazh “Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki”. Bukan, ini bukan tentang keinginan untuk merendahkan diri di hadapan Allah kemudian “menyopankan bahasa”. Yah, seperti yang saya baca di artikel tersebut, hei, Dia yang sedang kita bicarakan.
Allah yang Maha Pemberi, pemberian-Nya tiada habisnya. Sejak kita lahir sampai kita masih bisa menghirup nafas dan mengeja tiap huruf di hadapan kita ini. Maka seharusnya bagi orang yang meminta kepada Allah, hendaklah ia berkeinginan kuat dalam permohonannya karena sesungguhnya Allah tidak memberikan sesuatu kepada hamba-Nya dalam keadaan terpaksa ataupun menganggap besar permintaan itu (muslimah.or.id)
Diriwayatkan dalam sebuah hadits “Tangan kanan Allah penuh, tidak akan membuatnya berkurang sebuah nafkahpun, terbuka siang dan malam. Tahukah kalian apa yang telah diinfakkan semenjak penciptaan langit dan bumi? Itu semua tidak mengurangi apa yang ada di tangannya. Dan pada tangan yang lain ada neraca keadilan, Allah merendahkannya dan mengangkatnya.” (HR. Bukhari -diberbagai tempat dalam Al Jami’-, dan Muslim dari Abu Hurairah).
Bahkan Rasulullah pun pernah bersabda mengenai hal ini (saya baru tahu hadist ni, huhu)
Abu Hurairah radhiyallah ‘anhu menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah salah seorang diantara kamu berdoa, ‘Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki’ atau berdoa, ‘Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepadaku jika Engkau menghendaki’, tetapi hendaklah ia berkeinginan kuat dalam permohonan itu, karena sesungguhnya Allah tiada sesuatupun yang memaksa-Nya untuk berbuat sesuatu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
So, buanglah kata kehendak itu. Karena Allah pasti berkehendak memberi untuk makhluk-Nya bahkan tanpa perlu kita meminta (bayangkan matahari yang terbit dan tenggelam siang-malam, oksigen yang kita hirup setiap detik, dan begitu banyak nikmat-Nya yang begitu luar biasa yang bahkan tidak kita minta dalam doa-doa panjang kita).
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah datangnya, dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nyalah kamu minta pertolongan.” (Qs. An-Nahl (16) : 53)