Ciye's Blog

another different way of thinking.. because i am unique

Tulisan Sederhana March 23, 2011

Filed under: my thought — ciye @ 12:09 am

Memang adalah Allah Azza Wa Jalla yang begitu pemurah dan berkasih sayang. Dia menunjukkan jalan-Nya tanpa terduga, hanya diperlukan cukup kebijakan melihat sebuah rahasia indah dibalik setiap episode hidup. Ya, sebuah hikmah.

“Ga boleh ya hidup sederhana saja?” seorang teman pernah bertanya padaku.

Segera aku panik, jawaban apa yang bisa kuberikan? Ya, walau aku tahu itu retoris. Hey, aku tidak pernah berpikir mengenai hal itu sebelumnya. Otakku blur, pandanganku menerawang saat itu juga. Boleh tidak ya? Yah, setidaknya aku merasa sudah memberikan jawaban terbaik yang bisa aku berikan saat itu. Sebuah cengiran!

Adalah aku yang kemudian berpikir siang-malam, tak peduli sedang makan, mandi, mencuci, bah sudah seperti orang jatuh cinta saja. Setiap waktu memikirkan si dia. Yah, ini episode-ku bersama si dia bernama sederhana. Sungguh setiap huruf kata itu menari-nari di otakku, sebuah tarian tantangan supaya segera menemukan arti dirinya.

Dan kemudian orang-orang dan setiap bacaan rutinku pun ikut-ikutan berkomplot dengannya. Hey, apa itu sederhana? Tidak bisakah kalian beritahu saja apa artinya secara gamblang? Bah.

Sebuah kesimpulan pernah kudapatkan, hasil membiarkan si sederhana bermain ice-skating di otak beku-ku. Paling tidak lampu si Linglung di serial Donal Bebek pernah menyala di luar kepalaku. Bentuknya sama dimana-mana ternyata. Lampu yang tiba-tiba bersinar dan berbunyi cling, tidak lupa diiringi senyum riang penuh arti.

Kesimpulan yang sederhana saja; sederhana tidak akan lepas dari kompleksitas. Karena dengan mengetahui kompleksitas hidup maka kau akan tahu apa artinya sederhana. Ya aku setuju sekali dengan kesimpulan ini, haha, maaf tentu saja aku setuju bukankah kesimpulan ini adalah pendapatku. Aku tidak menjamin hal itu benar adanya. Walau kalau di logika benar juga, haha, aku tidak bermaksud memaksakan pendapatku tapi karena itu pendapatku maka aku akan mempertahakannya sampai hidayah datang padaku. Mungkin dengan bentuk sebuah kesimpulan baru. :)

Ah ya, memang semakin tua maka hidup semakin kompleks. Bagaimana tidak, banyak orang ditemui, banyak masalah dihadapi, banyak hati harus dimakan mentah-mentah, semakin banyak maka semakin ruwet. Kompleks. Semakin kompleks hidup yang harus dihadapi maka akan membuat pikiran ikut-ikutan menjadi semakin kompleks. Pikiran yang kompleks bisa jadi mendewasakan mental atau justru membuat pemiliknya lari terbirit-birit, malas menghadapi kompleksitas. Tapi memang begitulah adanya hidup. Kompleks. Siapa bilang sederhana? Siapa pula yang bilang tidak sederhana? Haha.

Lalu tidak bolehkah menjadi sederhana? Haha. Sungguh pertanyaan ini berputar dikepalaku hingga saat ini. Dan masih hanya cengiran yang bisa aku berikan sebagai jawaban. Pernahkah kau merasa rindu dengan kepolosan masa kecil? Hidup tak berbeban ditemani tawa lepas dan kejahilan sengaja tidak menuruti perintah ibu?

Yah, mungkin karena itulah senyum anak kecil begitu menenangkan -paling tidak untuk aku-. Senyum sederhana, tingkah sederhana, kosakata sederhana, keinginan sederhana, segalanya serba sederhana. Dunia pun terasa sederhana. Aku pikir saat itulah dunia terletak di tangan, seperti barang yang kalau hilang atau jatuh hanya perlu diambil lagi atau dicari lagi. Sederhana bukan?

Aku ingin menulis dengan sederhana saja. Tapi apakah ini sederhana? Haha. Aku tidak tahu, itu tergantung kau yang membaca. Sederhana atau tidak sederhana ya terserah saja, bukan aku tidak peduli pada pandangan kau tapi ya siapalah aku bisa memaksakan bahwa ini sederhana?

A: Seperti apakah sederhana?

U: Bisakah pertanyaan itu disederhanakan saja?

B: Bagaimana menjadi sederhana?

U: Bisakah hal itu disederhanakan juga?

Kesederhanaan itu memukau, siapa yang tidak tertarik dengan kesederhanaan? Semua orang pasti tersentuh mendengar cerita sederhana, bahasa sederhana, sentuhan sederhana, pemikiran sederhana, kebahagiaan yang sederhana, tangis sederhana, polah sederhana, dan kesederhanaan itu sendiri. Yah kecuali mereka yang mungkin hatinya sudah hitam legam penuh kerak dosa yang mengeras menolak mentah-mentah ketukan hidayah yang Allah perintahkan untuk dijemput.

Maka ijinkan aku menutup tulisan ini dengan sederhana.

Maka cukup.

Advertisement
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.