Ciye's Blog

another different way of thinking.. because i am unique

Menganalogikan Sepotong Kerak March 21, 2011

Filed under: masak memasak,my thought — ciye @ 10:55 pm

Suatu hari saya berhasil menggosongkan wajan (penggorengan-red.) milik housemate saya. Hahaha.

Rencananya siy bikin tahu bacem, tapii dengan pintarnya tahu bacem saya ubah menjadi tahu kerak. Walaupun masih bisa dimakan dan justru bagian yang gosong yang enak. :P

Kronologisnya begini, suatu hari saya tiba-tiba ingin makan tahu bacem kemudian saya masukkan kata kunci tahu bacem di mesin pencari google. Setelah saya dapatkan resepnya, dengan riang gembira capek tapi gembira lebih tepatnya maka saya segera mengeksekusi dua buah tahu putih yang seakan tersenyum pasrah dijadikan bahan eksperimen saya. Saya meninggalkan kedua tahu-putih-pasrah tersebut tenggelam di penggorengan beserta bumbu-bumbu lengkapnya (direbus), kemudian saya asyik mengupas bawang putih. Tanpa terasa tiba-tiba hidung saya mencium aroma sedap, wah baunya enak kata batin saya. Tidak berapa lama kemudian, tunggu dulu!! Sepertinya ada yang tidak beres. Saat saya tengok ke dalam penggorengan, buhaha, tahu-putih-pasrah sudah menjadi tahu-hitam-memelas. Xixixi. Dan ternyata dapur sudah penuh asap. Hew~ nambah gawean (nambah kerjaan-red.).

Tahu berhasil diselamatkan, walaupun tidak indah lagi bentuknya dan selamat juga masuk ke mulut dan rest in peace di lambung saya. Yeay!

Netnotnetnot!! Apa kabar si penggorengan malang?

Sudah saya coba di utik-utik pakai pisau, pakai soled (alat untuk menggoreng), saya rendam, dsb tapi tetap saja kerak hitam tersebut masih juga bercokol dengan manis di penggorengan tersebut. Bahkan saya sampai tidur jam dua pagi. Akhirnya malam itu saya menyerah.

Pagi harinya kembali saya beraksi mencoba menghilangkan kerak hitam menganggu itu. Alhamdulillah berhasil (ternyata harus direbus dulu). Walaupun betul-betul harus ekstra usaha menggosok kerak tersebut dengan spons kawat. Kalau di Indonesia mungkin bisa dibantu dengan menggunakan abu gosok, tapi saya tidak tahu apakah ada benda bernama abu gosok di Malaysia ini. Oh, mungkin ada tapi saya tidak tahu. Ah, never mind.

Tiba-tiba terbetik di pikiran saya,

Hey, itu baru kerak di penggorengan gara-gara gosong.

Bagaimana dengan hati kita ketika riya, sombong, ujub, dengki dan segala penyakit hati sudah mengerak di tiap sudut dinding hati? Berapa tahun kita hidup ya? Heu, perlu berapa lama waktu yang diperlukan untuk menggosoknya sampai mengkilat? Iya kalau bisa dibersihkan sampai cling, kalau tetap saja membandel? Na’udzubillah.

Semoga Allah masih menjaga hati kita sehingga hidayah-Nya masih bisa menembus dan melembutkan hati kita. Aamiin.

“Ketauhilah bahwa dalam tubuh terdapat sepotong daging yang jika baik, akan baiklah seluruh jasad. Dan jika rusak, maka akan rusaklah seluruh tubuh. Ketauhilah bahwa ia adalah hati”. (H.R Bukhari dan Muslim).

Advertisement
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.